Bahaya Bakteri Salmonella & Bacillus cereus: Dalang Keracunan MBG di Jawa Barat
Bahaya Bakteri Salmonella & Bacillus cereus: Dalang Keracunan MBG di Jawa Barat
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat baru-baru ini menjadi sorotan setelah sejumlah murid mengalami keracunan. Penyebab utama yang ditemukan dalam investigasi laboratorium adalah kontaminasi bakteri Salmonella dan Bacillus cereus pada bahan makanan yang disajikan untuk MBG. Makanan yang seharusnya menyehatkan malah menjadi sumber penyakit. (Sumber: Suara.com, 30 September 2025)
Apa Itu Salmonella dan Bacillus cereus?
Salmonella dan Bacillus cereus adalah jenis bakteri patogen yang dapat tumbuh pada makanan ketika kondisi penyimpanan atau penanganannya tidak tepat. Keduanya dikenal sebagai bakteri pembusuk karena bisa mengubah kualitas bahan makanan menjadi berbahaya bagi tubuh.
Bagaimana Bakteri Ini Bisa Ada dalam Makanan MBG?
- Penyimpanan makanan pada suhu kamar terlalu lama – melebihi 6 jam – membuat bakteri berkembang biak lebih cepat.
- Kebersihan bahan makanan dan peralatan masak yang kurang terjaga.
- Kontaminasi silang antara makanan matang dan bahan mentah.
Gejala Keracunan Akibat Bakteri Salmonella & Bacillus cereus
murid yang terkena keracunan MBG melaporkan berbagai gejala seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut berat. Bila tidak segera ditangani bisa menyebabkan dehidrasi dan komplikasi lainnya.
Langkah Pencegahan agar Tidak Terjadi Keracunan Makanan
Untuk menghindari kejadian serupa, penting sekali memperhatikan tahapan dalam penyajian makanan: mulai dari persiapan, penyimpanan, hingga penyajian. Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
- Segera sajikan makanan setelah dimasak atau simpan dalam suhu dingin jika tidak langsung disajikan.
- Cuci tangan sebelum memegang bahan makanan dan selama proses memasak.
- Gunakan wadah kedap udara dan hindari menyimpan makanan dalam suhu ruang terlalu lama.
- Pisahkan alat dan permukaan yang digunakan untuk bahan mentah dan bahan matang.
- Panaskan kembali makanan hingga suhu cukup tinggi sebelum disajikan ulang.
👉 Rekomendasi: Digital thermometer makanan untuk memeriksa suhu makanan yang aman.
Kenapa Kasus MBG di Jawa Barat Menjadi Sorotan?
Di Jabar, kasus keracunan makanan MBG melibatkan lebih dari seribu murid. Bakteri ditemukan terutama pada komponen karbohidrat dalam menu MBG. Hal ini menunjukkan bahwa karbohidrat (seperti nasi atau lauk berbahan pati) bisa rentan terkontaminasi jika tidak dikelola dengan baik.
👉 Rekomendasi: Wadah makanan kedap udara agar bahan makanan tidak mudah terbuka dan terkontaminasi.
Tindakan Setelah Mengalami Gejala
Jika seseorang mengalami muntah, diare, atau mual setelah makan, beberapa langkah pertolongan awal bisa dilakukan:
- Hentikan asupan makanan dan minum cairan bersih perlahan-lahan (air putih, oralit).
- Segera cari bantuan medis bila gejala berlangsung lebih dari 24 jam atau terjadi dehidrasi.
- Simpan sampel makanan dan foto kondisi makanan untuk keperluan investigasi lebih lanjut.
👉 Rekomendasi: Oralit rehidrasi cepat sebagai penolong sementara di rumah.
Kesimpulan
Kasus keracunan MBG di Jawa Barat mengingatkan kita bahwa penyajian makanan publik harus sangat memperhatikan higienitas dan keamanan pangan. Bakteri Salmonella dan Bacillus cereus bisa menjadi bahaya nyata apabila komponen makanan tidak ditangani dengan baik. Dengan langkah pencegahan yang tepat – sanitasi, penyimpanan, pemanasan ulang – risiko keracunan bisa diminimalkan.
Sumber : https://www.suara.com/lifestyle/2025/09/30/100744/bahaya-bakteri-salmonella-dan-bacillus-cereus-biang-kerok-keracunan-mbg-di-jabar

Posting Komentar untuk "Bahaya Bakteri Salmonella & Bacillus cereus: Dalang Keracunan MBG di Jawa Barat"